Tuntutan sebuah cinta untuk bisa sempurna, tuntutan iman agar totalitas dalam menjalankanya.
Begitulah gambaran manusia dalam beribadah kepada Allah, ada yang totalitas ada juga yang hanya sekedarnya saja.

Allah berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

” Dan diantara manusia ada yang menyembah Allah hanya ditepi ( tidak penuh dengan keyakinan ) , maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik kebelakang ( kembali kafir) dia rugi didunia dan di akherat. Itulah kerugian yang nyata. ( QS. Al Haj: 11 )

Abdurroman bin zain bin aslam berkata:
” Munafiq itu bila dunianya bagus maka dia akan rajin ibadah dan bila dunianya rusak maka dia akan berpaling dari ibadah sampai dunianya kembali bagus, maka tatkala ujian, cobaanya semakin berat dia akan kembali kepada kekafiran.

Allah berfjrman :

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ. وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

“Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku. Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku.” ( Q. S. Al Fajr : 15-16 )

Maka seorang yang beriman kepada Allah dengan totalitas dia tidak akan goyah imanya, tidak akan goyah cintanya, tidak akan goncang walaupun ujian dan cobaan silih berganti menerpanya. Karna ujian dan cobaan itu adalah suatu perkara yang akan dilalui setiap manusia yang beriman ataupun yang kafir, Karna itu sudah menjadi kepastian dalam kehidupan manusia, apakah dia akan berhasil menjalani ujian ataukah sebaliknya.

Kita perhatikan firman Allah dalam memberikan harapan kepada  orang yang beriman didalam alquran surat An Nisa : 104

إِن تكونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنٍَهُم يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. (Q. S. An Nisa :104 )

 

Penulis.  Ukasyah Abdul Jabbar S.Pd.I

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here